Valentino Rossi: Angkat Topi, Yamaha Harus Belajar dari Suzuki
Dua rider Suzuki tempati di tiga besar teratas pada klasemen sebentar MotoGP 2020. Perform hebat itu tidak lepas dari tangan dingin Davide Brivio, rekan lama Valentino Rossi.
Brivio jadi manajer untuk tim MotoGP Yamaha sejak tahun 2002. Dia memiliki fungsi besar waktu hadirkan Rossi dari Honda setahun selanjutnya.
The Doctor bergabung di Yamaha pada tahun 2004, dan langsung menjadi juara pada musim pertamanya kali. Kombinasi Brivio dan Rossi melahirkan gelar gelar juara MotoGP seputar 4x pada 2004-2005 dan 2008-2009.Kedua nya seterusnya keluar dari Yamaha setelah Mengenal Ayam Siam laga Terbaik Di 188max musim 2010. Brivio lalu balik lagi mengibarkan bendera Suzuki pada 2015. Sebentar Rossi yang sempat bergabung ke Ducati, kembali ke Yamaha pada tahun 2013.Saat ini Brivio tengah melahirkan kekuatan baru di MotoGP. Alex Rins dan Joan Mir, rider muda itu berhasil mengundang perhatian pecinta balap, walaupun Marc Marquez tengah absen di MotoGP 2020.
Walaupun di tahun pertama kalinya, Suzuki lewat Aleix Espargaro dan Maverick Vinales tidak bisa tembus posisi 10 besar. Tapi GSX-RR dengan formasi inline-4 itu makin lebih bagus, bisa ditunjukkan sudah 6 tahun berlaga, saat ini Suzuki patut berbangga."Referensi kami adalah Suzuki, kami harus belajar banyak dari mereka," kata Rossi ke Sky Sport.
"Selama setahun ada anggapan bila persoalan Yamaha adalah mesin 4 inline, tetapi mereka menunjukkan ke kami bila masalahnya bukan itu. Brivio yang lakukan. Kerja yang bagus, menjadikan satu metode Jepang dengan metode Italia-Eropa," sambungnya.
Baca juga: Marc Marquez Absen, Dovizioso Kok Masih Saja Sulit Juara Dunia?
"Kamu (Brivio) mengagumkan, kamu kerjakan pekerjaan yang mengagumkan. Angkat topi," jelas pembalap Yamaha kelahiran Pesaro, Italia ini.
Suzuki berpeluang mendapatkan gelar Triple Crown --gelar juara dunia rider, konstruktor, dan tim--. Joan Mir saat ini sedang memimpin klasemen pembalap MotoGP 2020, Tim Suzuki Ecstar unggul 44 poin dari tim Petronas Yamaha SRT di posisi kedua, dan pabrikan Hamamatsu ini hanya tertinggal 8 poin dari Ducati sebagai pucuk konstruktor.
