Ada 2 Buaya Dipelihara di Rumah Warga Pekalongan, Kok Bisa?

Dua ekor buaya muara atau Crocodylus porosus dipiara masyarakat di tengah-tengah perkampungan di Kabupaten Pekalongan, Jawa tengah. Buaya ini telah dipiara sepanjang delapan tahun, kok dapat?



Pengamatan detikcom di posisi, kandang buaya itu dibikin di muka rumah samping kanan. Kandang buaya itu berupa kotak serupa kolam tetapi tidak berisi air, memiliki ukuran 2,5 mtr. x 1,5 mtr. dengan kedalaman 1,5 mtr..


Kotak itu dipisah jadi dua sisi untuk tiap-tiap buaya. Terlihat buaya yang dipiara itu badannya menekuk melingkar diperhitungkan sebab sempitnya kandang.Pemilik rumah tempat kandang buaya itu namanya Edi Sediyarto (52), masyarakat Dusun Grejo RT 017 Mengenal Ayam Siam laga Terbaik Di 188max RW 005 Dusun Krandon, Kecamatan Kesesi, Pekalongan. Istri Edi, Suci Rahayu (40), akui awalnya cuman dititipi buaya itu sebab pemilik lama waktunya wafat.


"Itu punya Haji Samukri Sugiwo mendiang. Namun kandangnya di sini. Seputar delapan tahunan lalu. Sesudah mendiang wafat bingung, familinya, pada akhirnya di sini," kata Suci waktu didapati di tempat tinggalnya, Senin (9/11/2020).Suci sendiri adalah menantu mendiang Samukri. Ia sesungguhnya akui cemas dengan kehadiran buaya itu.


"Ya cemas di sini banyak beberapa anak. Tiap hari ada-ada saja beberapa anak yang menyaksikan. Jika ingin diambil petugas (BKSDA), ya suka saja. Takut soalnya binatang buas," sambungnya.


Berkaitan kehadiran dua ekor buaya yang disebut satwa dilindungi itu membuat polisi turun tangan. Pada akhirnya kandang tempat dua buaya itu dikasih garis polisi, sedang faksi Balai Pelestarian serta Sumber Daya Alam (BKSDA) Propinsi Jawa tengah telah terima laporan berkaitan buaya itu.


BKSDA memperoleh laporan dari Polres Pekalongan terkait dengan pemilikan satwa dilindungi UU. Sesudah kami check rupanya ada satwa dilindungi yaitu sejenis buaya muara Crocodylus porosus," kata Polhut BKSDA Jateng Endi Suryo H waktu dikontak.


Saat itu, Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Akhwan Nadzirin akui terima laporan dari masyarakat masalah kehadiran dua buaya itu pada 28 Oktober kemarin.


"Kita check kehadirannya benar ada. Kita berikan garis polisi serta kita adukan ke BKSDA," kata Akhwan.


Simak juga:

Trending Kitab Habib Rizieq Dipaket Kardus 'Wong Solo', Ini Kata FPI Solo

Akhwan menambah, faksinya sekarang masih minta info dari masyarakat yang simpan atau menjaga satwa itu.


"Masih kita mintai info, berkaitan asal muasalnya, apa menyalahi atau mungkin tidak, kelak tunggu hasil kontrol," papar Akhwan.

Popular posts from this blog

difficult to be supportive of each other

Sekilas Tentang 1899 Hoffenheim

Perkembangan Klub Dan Liga Champions